Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat RPP Format Baru

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat RPP Format Baru

RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah salah satu dokumen yang mutlak dimiliki guru, lebih-lebih jikalau guru ybs mendambakan proses pembelajaran berjalan bersama baik. Jadi bagaimana penyusunan RPP yang terbaru? Berikut ini 5 perihal mutlak yang perlu Anda perhatikan di dalam menyusun RPP cocok Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019.

(5 perihal selanjutnya ini dikembangkan berasal dari Tanya Jawab Empat Pokok Pikiran Merdeka Belajar poin Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) ayo berbagi rpp

1. Pembuatan RPP gunakan komitmen efisien, efisien dan berorientasi pada murid.
Ketika mengakibatkan RPP, pertimbangan utamanya adalah ketiga perihal ini. Efisien bermakna penulisan RPP dijalankan bersama pas dan tidak menggunakan banyak sementara dan tenaga. Efektif bermakna penulisan RPP dijalankan untuk menggapai obyek pembelajaran. Berorientasi pada murid bermakna penulisan RPP dijalankan bersama perhitungkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan studi murid di kelas.

2. RPP bisa dibikin singkat, bahkan 1 lembar/halaman.
Lamanya sementara yang diperlukan guru untuk menyusun RPP mendapat perhatian Mendikbud. Jika di awalnya RPP perlu memuat belasan komponen yang menjadikan sebuah RPP bisa berlembar-lembar, untuk sementara ini bisa disingkat, bahkan 1 lembar saja jikalau cukup, bersama selamanya berpijak pada ketiga komitmen di atas.

3. Tidak ada standar baku untuk format penulisan RPP
Guru bisa bersama bebas menentukan dan mengembangkan RPP yang dimilikinya tanpa terikat satu format yang baku. Sehingga, bukan tidak kemungkinan ke depan dapat bermunculan RPP-RPP yang kreatif seperti dibikin style diagram, infografis, dan lain-lain. Dengan obyek sehingga lebih bersemangat sementara mendambakan menelaahnya.

rpp unik dan kreatif
4. Format RPP yang lama tetap bisa digunakan
Meskipun ada keputusan baru berkenaan penyederhanaan RPP, tapi untuk format lama RPP (yang termasuk 13 komponen) tetap selamanya bisa digunakan.

5. RPP cukup memuat 3 komponen inti
Berbeda bersama di awalnya dimana guru perlu menuangkan 13 komponen di dalam RPP-nya (sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 berkenaan Standar Proses), pada format kali cukup 3 komponen saja yang perlu dicantumkan.

Ketiga komponen inti RPP meliputi:

Tujuan pembelajaran;
Langkah-langkah pembelajaran (kegiatan); dan,
Penilaian pembelajaran (asesmen).
Adapun komponen lainnya adalah pelengkap. Tujuan pembelajaran ditulis bersama merujuk kepada kurikulum dan kebutuhan studi murid. Kegiatan studi dan asesmen di dalam RPP ditulis secara efisien.

Demikian uraian berkenaan sebagian perihal yang perlu diperhatikan di dalam menyusun RPP sementara ini. Kiranya postingan ini berfungsi bagi Bapak/Ibu guru semua. Salam.

Leave a Comment